Optimalkan Pemanfaatan Geothermal di Indonesia !!!

8 10 2009

Kita semua tahu, bahwa Indonesia merupakan sebuah Negara yang memiliki jumlah penduduk yang tinggi (±220 juta jiwa) yang secara langsung penggunaan dan konsumsi energi listrik di Indonesia juga sangat tinggi. Konsumsi energi listrik yang tinggi otomatis menuntut produksi energi listrik harus dapat mengimbangi jumlah pemakaiannya (betul tidak??). Jika hal itu tidak dapat terlaksana dengan baik maka krisis energi pun akan terjadi seperti baru-baru ini (kayaknya sampai sekarang masih terjadi deh!!).

Untuk kita ketahui semua, sekarang ini, pembangkit-pembangkit listrik di Indonesia masih didominasi oleh pembangkit listrik yang bersumber pada bahan bakar fosil seperti minyak bumi, gas bumi dan Batu bara. Berdasarkan data yang saya dapatkan dari website PLN, pasti tau semuakan, bahwa PLN merupakan satu-satunya perusahaan negara yang mendistribusikan energi listrik ke masyarakat (sekarang ini selain PLN udah ada PJB (pembangkit jawa bali) yang mendistribusikan listrik khusus utk jawa dan bali (koreksi kalo salah)) , pemamfaatan bahan bakar fosil sebagai sumber energi listrik menempati posisi pertama selain pembangkit listrik tenaga air dan panas bumi yang masih kecil sekali termamfaatkan. Seperti pada gambar dibawah ini.

komposisi

Penggunaan bahan bakar fosil khususnya minyak bumi akan mempengaruhi produksi energi listrik jika harga minyak mentah naik, seperti beberapa bulan terakhir dimana harga minyak mentah dunia yang melambung tinggi sampai mencapai harga US$100 per barrel. Walaupun Indonesia merupakan Negara penghasil minyak bumi (± 1 juta barrel per hari) tetapi hasil minyak bumi yang diproduksi Indonesia tidak dapat menutupi keperluan dalam negeri seperti penyediaan minyak tanah saja untuk rakyat kecil masih kewalahan, sehingga sampai sekarang ini Indonesia masih mellakukan import bahan bakar minyak dari luar negeri, otomatis kenaikan harga minyak mentah dunia juga berpengaruh kepada ekonomi Indonesia.

Selain dipengaruhi oleh harga minyak mentah, baru-baru ini kita juga mendengar maraknya isu mengenai global warming (pemanasan global) dimana emisi gas karbon di udara telah melewati batas yang berimbas pada naiknya temperature bumi dan efek-efek lainnya yang sekarang ini dapat kita rasakan.

Salah satu penghasil gas karbon di udara adalah pembakaran dari bahan bakar fosil yang digunakan, baik untuk pembangkit listrik, untuk transportasi dan kebutuhan lainnya. Penggunaan bahan bakar fosil untuk pembangkit listrik di Indonesia merupakan salah satu penyumbang tertinggi emisi gas karbon di Indonesia setelah emisi gas karbon akibat kendaraan bermotor dan kebakaran hutan.


Aksi

Information

2 responses

17 08 2010
bambang tegalboto

UNDANA KUPANG APA SUDAH PUNYA BIDANG STUDI GEOTHERMAL

21 08 2010
BARKA

belum ada Pak, untuk sementara masi tambang umum, namun di semester 7 ini mulai dibagi 2 bidang mata kuliah pilihan yakni bidang geologi dan tambang untuk lebih khusus ke geothermal belum ada, namun di salah satu mata kuliah di bidang geologi akab mempelajari geothermal namun join dengan minyak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: