GEOTHERMAL

8 10 2009

Sebelumnya renewable energy apaan sih? Renewable energy itu secara mudahnya adalah energi yang dapat diperbaharui dan ramah lingkungan. Akhir-akhir ini kita sering mendengar sumber-sumber energi yang terbarukan tersebut, diantaranya adalah biodiesel (pemamfaatan biji jarak), pembangkit listrik tenaga angin, pembangkit listrik tenaga nuklir, dan pembangkit listrik tenaga panas bumi (sebenarnya masih banyak lagi yang lain). Dari semua sumber alternative tersebut, menurut saya (ini menurut saya ya) yang paling berpotensi sebagai “energi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan” bagi Indonesia salah satunya adalah pemamfaatan energi listrik pembangkit tenaga panas bumi (Geothermal).

Geothermal berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari 2 kata yaitu geo yang berarti bumi dan thermal yang artinya panas, berarti geothermal adalah panas yang berasal dari dalam bumi. Proses terbentuknya energi panas bumi sangat berkaitan dengan teori tektonik lempeng (Insya 4JJI dilain waktu akan saya postingkan) yaitu teori yang menjelaskan mengenai fenomena-fenomena alam yang terjadi seperti gempa bumi, terbentuknya pegunungan, lipatan, palung, dan juga proses vulkanisme yaitu proses yang berkaitan langsung dengan geothermal.

Berdasarkan penelitian gelombang seismik (apalagi nih seismik, Insya 4JJI dilain waktu juga akan saya coba tulis), para peneliti kebumian dapat mengetahui struktur bumi dari luar sampai ke dalam, yaitu kerak pada bagian luar, mantel, dan inti pada bagian paling dalam. Semakin ke dalam bumi (inti bumi), tekanan dan temperature akan meningkat. Untuk kita ketahui, Temperature pada inti bumi berkisar ± 4200 C (Subhanallah ya panasnya bagaimana). Panas yang terdapat pada inti bumi akan ditransfer ke batuan yang berada di bagian mantel dan kerak bumi. Batuan yang memiliki titik lebur lebih rendah dari temperature yang diterima dari inti bumi akan meleleh dan lelehan dari batuan tersebutlah yang kita kenal dengan magma.

Magma memiliki densitas yang lebih rendah dari batuan, otomatis batuan yang telah menjadi magma tadi akan mengalir ke permukaan bumi. Jika magma sampai ke permukaan maka magma tersebut berubah nama (Keren ya pakai rubah nama segala :) ) dengan sebutan lava (contoh lava yang sering kita lihat jika terjadi erupsi (letusan) gunung api).

TIdak hanya itu lho, magma juga dapat terbentuk karena gesekan antara batuan (tumbukan 2 lempeng) yang menghasilkan panas lebih tinggi dari titik lebur batuan sehingga batuan akan meleleh. Magma yang menuju ke permukaan akan terjebak di suatu ruangan kosong yang dikenal dengan dapur magma yang biasanya banyak terdapat di daerah pegunungan dan biasanya lagi pegunugan itu banyak terdapat di daerah tumbukan lempeng (zona Konvergen (tau kan istilah ini??)). Berikut adalah gambar yang mudah-mudahan dapat memberikan penjelasan mengenai hal yang dituliskan diatas.

zona subduksi

Proses tumbukan lempengan dan proses batuan melebur menjadi magma di zona konvergen. (PPT kuliah tektonofisik, Dr. Ir. Benyamin Syafe’i).

Sekarang kita masuk ke Prinsip kerja dari terbentuknya panas bumi, sama halnya dengan prinsip memanaskan air (erat hubungan dengan arus konveksi). Air yang terdapat pada teko yang dimasak di atas kompor, setelah panas, air akan berubah menjadi uap air (ya iyalah anak SD juga tau, hehehe). Hal serupa juga terjadi pada pembentukan energi panas bumi. Air tanah yang terjebak di dalam batuan yang kedap dan terletak di atas dapur magma atau batuan yang panas karena kontak langsung dengan magma, otomatis akan memanaskan air tanah yang terletak diatasnya sampai suhu yang cukup tinggi ( 100 – 250 C). Sehingga air tanah yang terpanaskan akan mengalami proses penguapan.

Apabila terdapat rekahan atau sesar yang menghubungkan tempat terjebaknya air tanah yang dipanaskan tadi dengan permukaan maka pada permukaan kita akan melihat manifestasi thermal. Salah satu contoh yang sering kita jumpai adalah mata air panas, selain solfatara, fumarola, geyser yang merupakan contoh manifestasi thermal yang lain.

Uap hasil penguapan air tanah yang terdapat di dalam tanah akan tetap img0121berada di dalam tanah jika tidak ada saluran yang menghubungkan daerah tempat keberadaan uap dengan permukaan. Uap yang terkurung akan memiliki nilai tekanan yang tinggi dan apabila pada daerah tersebut kita bor sehingga ada saluran penghubung ke permukaan, maka uap tersebut akan mengalir keluar. Uap yang mengalir dengan cepat dan mempunyai entalpi inilah yang kita mamfaatkan dan kita salurkan untuk memutar turbin sehingga dihasilkanlah energi listrik (tentunya ada proses-proses lain sebelum uap memutar turbin).

Sampai disini jelas kan, atau ada pertanyaan?? hehehe. Sekarang mari kita lanjutkan kembali.

Setelah uap memutar turbin dan uap telah kehilangan tekanan dan entalpi maka uap tersebut akan mengalami proses pengembunan sehingga uap akan berubah kembali menjadi air. Air hasil pendinginan (condensattion) yang didinginkan dengan condensator  akan dikumpulkan dan akan diinjeksikan kembali ke dalam tanah (tetapi tidak langsung ke t4 air semula lho) sehingga volume air tanah tidak akan berkurang secara drastis. Salah satunya Karena proses injeksi inilah kenapa energi geothermal disebut dengan energi yang terbarukan (renewable) dan energi yang ramah lingkungan.

Sekarang pada bertanya kan, hubungannya dengan INDONESIA apaan? Berikut ini adalah penjelasan mengenai hubungannya dengan Indonesia.

Indonesia yang terletak dipertemuan 3 lempeng besar dunia yaitu lempeng Eurasia, lempeng Indo-Australia, dan lempeng Pasifik merupakan salah satu Negara yang memiliki kandungan panas bumi yang sangat besar. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh New Zealand dan Prancis pada tahun 1980-1990an, maka ditemukan ±217 daerah prospek untuk lokasi panas bumi di Indonesia. Ketika dilakukan survey ulang oleh badan geologi dan direktorat energi dan sumber daya mineral, mereka menemukan terdapat ±256 lokasi potensi panas bumi di seluruh Indonesia jika dihitung maka potensi daya yang dihasilkan oleh panas bumi mencapai ±27.000 MWe.

27.000 MWe potensi daya yang dihasilkan, merupakan potensi panas bumi terbesar yang dimiliki oleh suatu Negara (wau, Kaya dong Indonesia???). Indonesia merupakan Negara yang memiliki 40% potensi panas bumi dunia. Dari 40% potensi panas bumi yang dimiliki, pada sekarang ini kita baru memamfaatkan 3% (kasihan banget kan??) dari potensi panas bumi tersebut.

Ini saya dapatkan dari salah satu makalah, Pada tahun 2005 saja, total produksi energi listrik Indonesia yang diproduksi oleh PLN adalah 92.481,01 GWH atau setara dengan kapasitas daya total yang terpasang yaitu 18.779,25 MW. Penggunaan pembangkit listrik dengan memamfaatkan geothermal masih sangat kecil sekali dimana kapasitas daya yang dihasilkan baru 360 MWe. Dari total yang diperkirakan 27.000 MW (kasihan banget kan??). Sekarang mari kita berandai2!! Kalau kita berandai-andai 27.000 MWe potensi panas bumi yang terdapat di Indonesia dapat diproduksi maka hal tersebut akan dapat menutupi produksi energi listrik yang dibangkitkan oleh sumber lain (benar ga??).

Dengan kata lain Indonesia akan terhindar dari yang dinamakan krisis energi. Selain hal itu penurunan emisi gas rumah kaca di udarapun akan dapat ditekan dan lingkungan sekitar tidak akan terganggu. Alasan lain yang dapat menguatkan mengapa Geothermal merupakan salah satu energi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan adalah karena energi geothermal dapat juga dimamfaatkan secara langsung diantaranya adalah untuk pariwisata (kita memamfaatkan manifestasi thermal yang ada untuk pemandian air panas). Selain itu mamfaat langsung dari energi panas bumi adalah untuk bidang agriculture (pertanian, perkebunan, dll), Aquaculture (budi daya ikan), dan juga untuk bidang industri seperti beberapa industri di Amerika Serikat yang memamfaatkan langsung energi panas bumi.

Oh ya teman-teman tau ga kota yang terbersih di dunia sekarang?? klo ga tau sekarang aku kasih tau deh, kota terbersih di dunia sekarang terdapat di eslandia (benar ga tulisannya?? klo inggrisnya iceland) yang bernama Reykjavik. Kenapa kota tersebut bersih karena disana menggunakan energy geothermal utk keperluan energinya… Dibawah saya berikan foto antara Reykjavik tempo dulu dan sekarang. Dimana dulunya masih gunain fuel energy dan sekarang telah diganti dengan geothermal energy.

Sekarang semuanya tergantung kepada pemerintah kita…… Silahkan tanggapi!! kritikan dan saran yang membangun dibutuhkan jika ada hal yang tidak atau kurang tepat, namanya juga manusia dan masih mahasiswa (klo mahasiswa, salah masih dapat dimaafkan heheheh :P ).. Terima kasih….

img094

img095

Lalu hubungan dengan NTT ???

tunggu jawabannya di Lab Tambang Undana 14 Februari 2010 !!!


Aksi

Information

2 responses

11 03 2010
Friska agustin

Thanks atas Referensinya sangat bnyk manfaat na dan menarik pembahasan serta gambarnya

30 04 2014
chagy chyzy

dari awal pembahasan geothermal sya tdak pernah menemukan dampak negatif dari pemanfaatan panas bumi,, sya mw bertanya niii APA DAMPAK NEGATIF DARI GEOTHERMAL GAK ADA????? LW GK ADA NANTI DI FLORES SAYA USAHAKAN MENGGUNAKAN PEMBANGKIT LISTRIK GEOTHERMAL.!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: