Gempa Bumi, hanya bisa berdoa

8 10 2009

Gempa bumi belum bisa diprediksi !

Belum genap sebulan gempa selatan Jawa Barat (7.3 SR), kemaren (30/09/2009) terjadi gempa di lepas pantai Padang (7.6 SR). Bahkan tadi pagi (01/10/2009) juga terjadi gempa di salah satu segmen Patahan Sumatra di utara Bengkulu (7.0 SR) maupun di Mentawai (5.0 SR). Tampaknya gempa yg terjadi di Patahan Sumatra itu “dipicu” gempa sehari sebelumnya (Sri Widiyantoro, Tempo Interaktif).

Berbagai analisis tentang proses penyebab gempa sudah banyak dibahas oleh para ahli. Saya sendiri bukan ahli gempa, hanya sekedar pernah belajar sedikit mengenai gempa. Yang ingin saya tekankan di sini adalah fakta bahwa gempa belum bisa diramalkan ! Hal ini penting karena pada saat perhatian kita semua tertuju pada kejadian gempa dan dampaknya yg sangat memilukan, seringkali masih ada saja pihak yg ingin mengacau dengan menyebarkan isu bahwa akan terjadi gempa dahsyat tanggal sekian jam sekian … kurang ajar

Apalagi pada era komunikasi yg serba cepat ini, orang cenderung kurang waspada (atau terlalu waspada sehingga jadi paranoid) sehingga tanpa melalui pertimbangan dengan segera me-forward berita yg tidak bisa dipertanggung-jawabkan kebenarannya melalui e-mail, SMS dll. Jadi sekali lagi kalau ada berita mengenai gempa yg akan datang (belum terjadi) yg secara detil menyebutkan lokasi, tanggal dan jam-nya dapat dipastikan berita itu adalah bohong !

Meskipun gempa bumi belum bisa diramalkan, penelitian mengenai gempa tetap diperlukan dan dilakukan oleh banyak pihak, terutama di negara maju. Ibaratnya orang dulu sudah tahu kalau manusia, besi dan material padat lainnya memiliki massa jenis yg jauh lebih berat dari massa jenis udara, toh manusia bersikeras untuk melakukan usaha supaya suatu saat “bisa” terbang …(orang Kolana tu….)

Secara kebetulan hari ini (01/10/2009) di jurnal Nature ada publikasi hasil penelitian berjudul: Remote triggering of fault-strength changes on the San Andreas fault at Parkfield oleh Taka’aki Taira, Paul G. Silver, Fenglin Niu & Robert M. Nadeau. Artikel tsb. hanya bisa diakses oleh yg berlangganan, namun resumenya saya peroleh dari link ini dan saya copy & paste di bawah ini.

Method to monitor quake fault strength eyed
AP – Thursday, October 01, 2009 7:02:10 AM By ALICIA CHANG

Scientists are releasing results of a study aimed at gauging the strength of earthquake faults, which could help them pinpoint weak ones at risk of breaking and unleashing temblors.

Earthquakes are caused by a sudden slip on a fault. This occurs because of stress buildup that causes the fault to fail or a weakening of the fault itself.

Until now, scientists have not been able to measure a fault’s strength directly, said Taka’aki Taira of the University of California, Berkeley, who led the study.

Taira and his team analyzed 20 years of data at Parkfield, which sits on the mighty San Andreas Fault halfway between Los Angeles and San Francisco. It’s the most studied earthquake zone in the world, rigged with sensitive instruments to detect minute changes in the Earth’s crust.

The team noted small repeating earthquakes along the San Andreas three months after the magnitude-9 Sumatra temblor in 2004 that spawned a deadly tsunami.

In certain regions of the fault zone, they noticed the fractures were filled with fluid. The migration of fluid decreases friction in the fault zone, weakening the fault and increasing the likelihood of an earthquake, the researchers say.

Similar results were observed after the magnitude-7.3 Landers quake in 1992 that shook the Southern California desert.

The study was published in Thursday’s issue of the journal Nature and was funded by the National Science Foundation.

Seismologist Susan Hough of the U.S. Geological Survey called the results intriguing but said more work needs to be done to determine the connection between powerful temblors around the world and their impact on the strength of faults elsewhere.

“You need to see this data after multiple earthquakes,” she said.

Sorry belum sempat ditranslate, soalnyna sudah ada yang minta bantu kerja tugas…(tu si Anderias)

Katanya gempa bisa diperkirakan terjadi. Tapi tidak bisa dipastikan tepatnya kapan. Apakah begitu?

Mekanisme terjadinya gempa dan penyebabnya sudah relatif diketahui. Daerah atau zona yg berpotensi terjadi gempa juga sudah banyak diketahui. Masalahnya kapan dan di bagian mana akumulasi energi pada zona tumbukan lempeng (subduksi) atau pada suatu patahan aktif telah melampaui batas kekuatan kerak bumi untuk menahannya jauh lebih sulit diketahui.

Masalah lain adalah gelombang gempa pada dasarnya menjalar ke segala arah dalam medium (bumi) ada yg teratenuasi, ada yg bahkan teramplifikasi sehingga lebih sulit lagi memperkirakan getaran gelombang tsb. akan sampai ke daerah mana saja.

Gempa-gempa besar cenderung memiliki pola perulangan, ada yg 100-200 tahunan. Jadi jika di suatu tempat pernah terjadi gempa besar, maka terdapat kemungkinan di tempat yg kurang-lebih sama akan terjadi gempa lagi (pusat gempanya, bukan atau belum tentu daerah yg terkena dampaknya).

Saya tidak berani sebut di mana saja, takut salah, tapi itulah yg mungkin disebut para ahli gempa. Saya kira itu sifatnya bukan prediksi sebagaimana kita kenal karena kita tidak bisa menentukan kapan dan di mana mengingat rentang waktu dan tempat yg cukup besar.

Oleh karenanya yg bisa dilakukan adalah kewaspadaan dan kesiapsiagaan, sehingga jika terjadi gempa

  1. korban bisa diminimumkan karena rumah dan gedung sudah mengikuti building-code yg benar,
  2. bantuan bisa segera datang/tidak terlambat,
  3. rehabilitasi sudah lebih memperhatikan tata-ruang berbasis bencana dll.

masih ada yg kurang ne…. kenapa ya.. di setiap awal kepemimpinan SBY kok banyak bencana ya….


Aksi

Information

One response

11 08 2015
John

Bener berpengaruh banget , Adolph

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: